Pilkada Aceh Terancam Konflik

Pilkada di aceh yang tidak lama lagi akan dimulai akan tetapi sampai sekarang polemik yang terjadi belum juga terselesaikan antara pendukung calon independent dengan pendukung anti independent, sebenarnya apa yang terjadi dibalik semua ini sehingga itu tidak terselesaikan sedangkan penetapan jadwal pilkada hingga sekarang masih tetap berjalan seperti surat keputusan KIP dan semakin hari pemberitaan dimedia semakin membuka konflik di aceh dimana antara Irwandi Yusuf (Gubernur Aceh) dengan PA semakin memanas dengan berbagai stagment dari kedua kubu tersebut semakin terlihat saling tuding menuding,

Gubernur Aceh sendiri pada saat pembukaan Rapat Kerja Partai Rakyat Aceh (PRA) di Hotel Hermes Palace memmberi penyataan yang mengejutkan banyak masyarakat aceh yang mana Gubernur Aceh memberi pernyataan tentang penghilangan tokoh tokoh aceh pada masa konflik seperti Safwan Indris, Ismail Saputra, Profesor Dayan Dawood, Teuku Johan dan masih banyak yang lainnya.
Sedangkan Partai Aceh sendiri menuding Gubernur Aceh telah melakukan propaganda murahan dan membuka konflik baru di aceh dan banyak stagment stagment lainnya dibeberkan dimedia sehingga kedua kubu ini terus berperang media namun yang akan dirugikan siapa, rakyat sendiri semakin hari semakin bingung untuk menentukan nasib aceh ini karena orang orang yang di anggap bisa membawa aceh lebih baik setelah perdamaian ternyata tidak bisa di andalkan (alias memikirkan perut sendiri), 5tahun sudah perdamaian di aceh dengan kuncuran dana yang begitu melimpah akan tetapi tidak juga membawa  aceh ini keluar dari penderitaan rakyatnya belum lagi dengan  kondisi aceh yang semakin hari semakin memburuk dengan perpecahan perpecahan yang dilakukan oleh orang orang yang sedang menikmati kursi ditampuk kekuasaan meski harus mengorbankan perdamaian yang sudah dirasakan oleh rakyat aceh ini.

Rakyat aceh sendiri telah terjebak dalam permainan para elit politik itu dengan termakan isu isu yang mereka keluarkan sehingga membuat mereka semakin tertawa akan keberhasilannya, tapi apakah rakyat menyadari bahwa apabila ini terus berkelanjutan akan membuka konflik dan perpecahan di aceh itu sendiri sehingga yang akan dirugikan rakyat itu sendiri, belum lagi dengan isu membawa embel embel etnis, suku dan daerah padahal mereka jelas mencalonkan diri menjadi gubernur aceh bukan menjadi calon perwakilan daerah akan tetapi kenapa nama nama etnis,  suku dan daerah itu terbawa bawa apakah mereka yang mencalonkan itu bukan untuk seluruh rakyat aceh (seperti politik kampungan) sudah seharusnya rakyat aceh tidak pernah membeda bedakan asal usul calon kandidat gubernur aceh kecuali dia bukan orang aceh, semakin membawa nama nama daerah  dan suku semakin membuka peluang konflik dan perpecahan di aceh itu sendiri seharusnya rakyat sendiri memilih calon yang bisa membawa aceh ke arah kesejajateraan bukan karena satu daerah ataupun suku.

Dalam beberapa hari ini media pun tidak mau kalah panas nya seperti matahari siang di kota banda aceh, media setiap hari mengeluarkan berita tentang kisruh yang terjadi antara PA dan Irwandi Yusuf sehingga banyak rakyat yang semakin mengkhawatirkan kondisi aceh kedepan karena semakin terbukanya konflik aceh dan perpecahan aceh kedepannya.

Dan ada juga pihak yang di untungkan dalam kondisi ini yang mana pihak yang tidak terlibat dalam perselisihan ini tentunya menjadi pandangan baik dalam masyarakat, dikarenakan rakyat sendiri tentunya tidak ingin memilih calon yang nantinya akan membawa kehancuran bagi aceh dan calon calon yang mempunyai segudang masalah dan ambisi untuk menguasai aceh bukan karena ingin mensejahterakan aceh.

Banyak masyarakat yang mencemaskan tentang apa yang akan terjadi pada pilkada kali ini di aceh dikarenakan banyak permasalahan permasalahan menjelang pilkada di aceh tidak terselesaikan seperti KIP , DPRA , Gubernus Aceh semuanya jalan sendiri sendiri dan main aturan sendiri, dan pihak kaum intelektual muda seharunya jangan diam melihat kondisi ini dan jangan juga terjebak dalam satu kubu di antara mereka akan tetapi jadilah penengah di antara mereka yang sedang kisruh tersebut supaya pilkada di aceh kali ini menjadi seperti apa yang menjadi harapan rakyat aceh yaitu pilkada adil, damai dan jujur.


Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...