Gamma diMinta Tidak Jual Mahasiswa

BANDA ACEH – Pernyataan Gerakan Mahasiswa dan Masyarakat Aceh (GAMMA) yang membuat statement politik mengatasnamakan mahasiswa menuai kecaman dari sejumlah lembaga kemahasiswaan di Banda Aceh. GAMMA dinilai membuat gerakan politik yang mencoreng independensi mahasiswa.


GAMMA berkunjung ke kantor Deputi I Bidang Politik Daerah (Mayjen TNI Judi Harianto yang didampingi Asisten Poldagri Brigjen Sumardi, dan menyampaikan agar Kementerian Polhukkam menolak pengajuan penundaan pilkada Aceh yang diinginkan partai politik lokal dan partai politik nasional di Aceh.

Berikut ini adalah klarifikasi dari elemen mahasiswa di Aceh. Berdasarkan kunjungan GAMMA ke Kementerian Polhukam di Jakarta dan pernyataan sikap mereka disatu media online yang mengatasnamakan Mahasiswa Aceh, maka dengan ini kami mengecam sikap GAMMA yang telah mencoreng independensi mahasiswa dalam mengawal Pilkada damai.

Dengan ini kami menyatakan sikap:
1.      Kami meminta seluruh elemen mahasiswa tidak terjebak dalam polemik Pilkada Aceh, dan tidak memihak pihak manapun yang bersengketa pada Pilkada serta meminta seluruh mahasiswa tidak menjadi kurcaci-kurcaci elit politik.
2.      GAMMA merupakan lembaga yang telah berkhianat atas marwah dan independensi mahasiswa karena telah membawa nama lembaga mahasiswa ke ranah politik praktis.
3.      Meminta pihak GAMMA untuk berpikir objektif dan bisa menjaga marwah mahasiswa serta tidak menjual almamater kelembagaan demi kepentingan elit-elit politik atau kepentingan pribadi.
4.      GAMMA bukan merupakan suara keseluruhan dari mahasiswa dan masyarakat Aceh.
5.      AMPD Aceh menyatakan secara resmi keluar dari GAMMA dan AMPD Aceh tidak pernah mengutus saudara Anton untuk mewakili AMPD atas pernyataan GAMMA. Berdasarkan hal itu kami menyatakan GAMMA merupakan lembaga pengkhianatan terhadap proses Pemilukada secara damai karena tidak sesuai dengan rekomendasi sebelumnya.
6.      Kami menyatakan sikap bahwa BEMA IAIN Ar-Raniry tidak pernah bergabung dengan GAMMA dan saudara Darlis Aziz bukan Presiden Mahasiswa IAIN Ar-Raniry. Serta mengecam sikap Darlis Azis yang telah membohongi publik dengan mengklaim diri sebagai Presma IAIN serta telah menjual nama baik mahasiswa IAIN Ar-Raniry demi kepentingan politik.
7.      PEMA USM secara lembaga mendesak BEM FKM untuk keluar dari GAMMA karena telah mencoreng independensi mahasiswa dan telah mencoreng almamater mahasiswa Universitas Serambi Mekkah.
8.      PEMA UNMUHA meminta kepada lembaga terkait yaitu LDK UNMUHA, BEM FKM UNMUHA dan DPM FE UNMUHA untuk tidak membawa lembaga mahasiswa ke dalam ranah politik praktis dengan kepentingan indifidu. Lembaga-lembaga tersebut telah mencoreng nama baik almamater Universitas Muhammdiyah Aceh.

Tertanda,
PEMA USM
ALFAJAR
Presiden Mahasiswa
BEMA IAIN Ar-Raniry
FAKHRUL RADHI
Presiden Mahasiswa
PEMA UNMUHA
RIZA AULIA 
Presiden Mahasiswa   
  
AMPD Aceh
HELMI RIZAL
Ketua Umum
 AMPD Banda Aceh
IRFAN EFENDI
Ketua Umum


Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...