Alah Hom Keuh awak droe Mahasiswa


Setiap hari sepertinya kampus biruku bak selebriti yang lagi naik daun ibarat fenomena Ayu Ting-Ting ataukah Briptu Norman Kamaru ataukah Justin Bieber yang tiba-tiba menjadi tenar melalui youtube. Tapi kampusku sepertinya beda ya, tiba-tiba saja menjadi tenar lewat beberapa group di facebook yang harusnya menjadi jejaring social untuk media pertemanan malah menjadi ajang menghujat antara satu dan yang lainnya, aneh bin ajaibnya para actor utamanya masing-masing merupakan orang yang agak sedikit terkenal di kampusku.

Menurut hemat saya sepertinya tidak terlalu lebay (berlebihan sedikit ) jika saya mengatakan akhir-akhir ini banyak orang yang sepertinya menjadi tenar ya, gara-gara membuat posting atau komentar di group-group di facebook. Memang benar tidak perlu menjadi selebriti betulan untuk sekedar menjadi terkenal di facebook, namun anehnya kita termasuk penulis yang sepertinya memamfaatkan facebook hanya untuk mengkritisi tanpa memberikan solusi yang seperti apa untuk merubah yang kita anggap menjadi permasalahan.

1153
Ami maulidiyanti
Serambi Mekah
PGSD
1154
isnanda
Serambi Mekah
kip
1155
Aida Yanti
serambi mekkah
KIP Biologi
1156
Aini Tiara Sari
Serambi Mekkah
FKIP
1157
Andhika Pratama
Serambi Mekkah
EKonomi
1158
Andi
Serambi Mekkah
Ekonomi
1159
Ardiansyah
Serambi Mekkah
Penjaskesrek
1160
ARIF MUNANDAR
Serambi mekkah
KIP PENJASKES
1161
Asrian
Serambi Mekkah
KIP/B.Indonesia
1162
AZIZUL AMRI
Serambi Mekkah
Teknik Industri
1163
BUHARI
Serambi Mekkah
TEKNIK INDUSTRI


Sejak MoU Helsinki dipublikasi, kata damai seumpama kata-kata keramat yang tidak boleh dicaci dan dimaki. Begitu bermaknanya kata damai di tengah-tengah masyarakat. Walaupun belum ada satu kesepakatan yang dibuat secara kolektif untuk mendefinisikan makna damai itu sendiri, sehingga antara si A dan si B belum tentu sama memaknai arti dari kata damai.

Apakah damai itu hanya sebuah kata untuk melapangkan jalan komunikasi antara pihak-pihak yang dulunya tidak pernah bisa duduk semeja untuk bersua dan bercengkrama? Atau damai itu hanya sebagai alat legitimasi yang dipakai sekelompok orang untuk meredam kekrtitisan rakyat atas penindasan yang hampir setiap waktu terlihat di depan mata? Entahlah, yang pasti semua menginginkan damai, semua mengagung-agungkan damai, semua mengkultuskan damai.

Generasi Aceh Malas Membaca


Rendahnya minat membaca generasi Aceh ternyata membuat banyak masalah kedepannya, untuk saat ini minat membaca tingkat dunia berada pada rangking 110, masih kalah dari negara tetangga kita seperti malaysia, namun jepang mendapat peringkat yang merupakan minat pembaca tertinggi didunia.

Di Aceh sendiri minat membaca generasi muda tentunya jauh dari harapan pemerintah, pada saat ini remaja aceh lebih memilih untuk bermain facebook ketimbang membaca sesuatu yang dapat memperkaya pengetahuan, padahal kita lihat dari perkembangan aceh khususnya Banda Aceh saat ini dipenuhi dengan jaringan wifi, seharusnya  dengan perkembangan jaringan internet tersebut dapat dipergunakan dengan maksimal untuk memperkaya pengetahuan, namun hal itu juga tidak memaksimalkan pengaruh membaca pada remaja aceh.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...